Cara Menghitung Nilai Resistor
1. Cara menghitung nilai resistor 4 warna
Nilai Resistor yang berbentuk Axial adalah nilai yang diwakili oleh warna-warna yang terdapat di tubuh (body) Resistor itu sendiri dalam bentuk gelang. Umumnya terdapat 4 gelang di tubuh Resistor, tetapi ada juga yang 5 gelang.
Gelang warna emas dan perak biasanya
terletak agak jauh dari gelang warna lainnya sebagai tanda gelang terakhir.
Gelang terakhir ini juga merupakan nilai toleransi pada nilai Resistor yang
bersangkutan.
Tabel dibawah ini adalah warna-warna yang
terdapat di tubuh Resistor:
![]() |
| Tabel-warna-tubuh-resistor |
A. Perhitungan untuk resistor dengan 4 gelang warna
![]() |
| Resistor-gelang-4-warna |
·
Masukkan
angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
·
Masukkan
angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
·
Masukkan
Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10
(10n)
Contoh:
Gelang ke 1 : coklat = 1
Gelang ke 2 : hitam = 0
Gelang ke 3 : hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : perak = toleransi 10%
maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 ohm atau 1 mohm dengan toleransi 10%.
Gelang ke 2 : hitam = 0
Gelang ke 3 : hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : perak = toleransi 10%
maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 ohm atau 1 mohm dengan toleransi 10%.
B.
Perhitungan untuk resistor dengan 5 gelang warna
![]() |
| Resistor-gelang-5-warna |
·
Masukkan
angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
·
Masukkan
angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
·
Masukkan
angka langsung dari kode warna Gelang ke-3
· Masukkan
jumlah nol dari kode warna Gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10
(10n)
·
Merupakan
toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh
:
Gelang ke 1 :
Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5
Gelang ke 4 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 5 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 105 * 105 = 10.500.000 Ohm atau 10,5 MOhm dengan toleransi 10%.
Contoh perhitungan
lainnya :
•
Merah,
Merah, Merah, Emas → 22 * 10² = 2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm dengan 5% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi
Kuning, Ungu, Orange, Perak → 47 * 10³ = 47.000 Ohm atau 47 Kilo Ohm dengan 10% toleransi
•
Cara
menghitung Toleransi :
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm
2.200 Ohm dengan Toleransi 5% =
2200 – 5% = 2.090
2200 + 5% = 2.310
ini artinya nilai Resistor tersebut akan berkisar antara 2.090 Ohm ~ 2.310 Ohm
•
Untuk
mempermudah menghafalkan warna di Resistor, kami memakai singkatan seperti
berikut:
(HCMJ KHB UAP)
(Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning. Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih)
(Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning. Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih)
2. Menghitung Nilai Resistor Berdasarkan Kode Angka
Membaca nilai
resistor yang berbentuk komponen chip lebih mudah dari komponen axial, karena
tidak menggunakan kode warna sebagai pengganti nilainya. Kode yang digunakan
oleh resistor yang berbentuk komponen chip menggunakan kode angka langsung jadi
sangat mudah dibaca pada body code resistor (kode tubuh resistor).
![]() |
| Kode-tubu-resistor |
Contoh :
Kode Angka yang tertulis di badan Komponen
Chip Resistor adalah 4 7 3;
Contoh cara pembacaan dan cara menghitung
nilai resistor berdasarkan kode angka adalah sebagai berikut :
·
Masukkan
Angka ke-1 langsung = 4
·
Masukkan
Angka ke-2 langsung = 7
·
Masukkan
Jumlah nol dari Angka ke 3 = 000 (3 nol) atau kalikan dengan 10³
·
Maka
nilainya adalah 47.000 Ohm atau 47 kilo Ohm (47 kOhm)
Contoh perhitungan lainnya :
222 → 22 * 10² =
2.200 Ohm atau 2,2 Kilo Ohm
103 → 10 * 10³ =
10.000 Ohm atau 10 Kilo Ohm
334 → 33 * 104 =
330.000 Ohm atau 330 Kilo Ohm
Ada juga yang memakai kode angka seperti
dibawah ini:
(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
4R7 = 4,7 Ohm
0R22 = 0,22 Ohm
(Tulisan R menandakan letaknya koma decimal)
4R7 = 4,7 Ohm
0R22 = 0,22 Ohm
Keterangan :
Ohm = Ω
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
Kilo Ohm = KΩ
Mega Ohm = MΩ
1.000 Ohm = 1 kilo Ohm (1 KΩ )
Ø
Rangkaian Seri Resistor
![]() |
| Rangkaian-seri-resistor |
4 buah Resistor dengan nilai 1 Mega Ohm
Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4
2 MOhm + 1 MOhm + 4 MOhm + 8 MOhm = 15 Mega Ohm
Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4
2 MOhm + 1 MOhm + 4 MOhm + 8 MOhm = 15 Mega Ohm
Baca juga : Komponen elektronika
Ø
Rangkaian Paralel Resistor
![]() |
| Rangkaian-paralel-resistor |
3 Resistor dengan
nilai-nilai Resistansi :
R1 = 100 Ohm
R2 = 200 Ohm
R3 = 50 Ohm
R1 = 100 Ohm
R2 = 200 Ohm
R3 = 50 Ohm
nilai hambatan yang didapatkan jika memakai rangkaian paralel adalah :
Penyelesaiannya :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 +
1/R3
1/Rtotal = 1/100 + 1/200 + 1/50
1/Rtotal = 2/200 + 1/200 + 4/200
1/Rtotal = 7 x Rtotal = 1 x 200 (→ Hasil kali silang)
Rtotal = 200/7
Rtotal = 28,57 Ohm
1/Rtotal = 1/100 + 1/200 + 1/50
1/Rtotal = 2/200 + 1/200 + 4/200
1/Rtotal = 7 x Rtotal = 1 x 200 (→ Hasil kali silang)
Rtotal = 200/7
Rtotal = 28,57 Ohm





